MAKALAH BIAYA DAN PENDAPATAN Muhamad Anjasmoro 1742620181 Muhammad Seno Satwiko 1742620180 Rizkullah Osa Debriansyah 1742620184 Rosalia Nurhanifah 1742620026 POLITEKHNIK NEGERI MALANG 2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Malang, November 2017 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 1 1.3 Tujuan 1 BABII PEMBAHASAN 2 2.1 Pengertian Biaya 2 2.2 Macam – Macam Biaya 2 2.3 Pengertian Pendapatan 6 2.4 Hubungan Biaya dan Pendapatan 7 BAB III PENUTUP 8 3.1 KESIMPULAN 9 DAFTAR PUSTAKA 9 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam ekonomi yang sudah modern ,dimana peranan uang sangat penting,maka ukuran efisiensi yang paling baik adalah uang.Seiring berkembangnya zaman,setelah mengalami pertambahan penduduk danperkembangan teknologi secara terus – menerus.Situasi kehidupan masyarakatmenjadi berubah.Di sisi lain jumlah kebutuhan hidup menjadi semakin tidakterbatas. Barang-barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup tidakdapat lagi diambil langsung dari alam,tetapi harus diproduksi lebih dahulu. Memproduksi suatu barang yang efisien secara teknis dapat dicapai dengan menggunakan peralatan modern.Tetapi biaya per unit baru akan menjadi murah jika skalaproduksinya semakin banyak Produksi suatu barang akan efesien apabila memakai peralatan canggih dan modern yang tentunya harganya sangat tinggi. Misalnya produksi jagung yang efisien secara teknis dapat dicapai dengan menggunakanperalatan pertanian modern.Tetapi biaya per unit baru akan menjadi murah jika skalaproduksinya minimal 200 hektar.Padahal kemampuan keuangan petani hanya untuk2,5 hektar.Untuk skala produksi sekecil itu,menggunakan peralatan pertanian modernwalaupun efisien secara teknis,menimbulkan biaya produksi per kilogram jagungyang sangat tinggi.Petani lebih memilih teknik produksi dengan peralatan sederhana 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian biaya? 2. Apasaja macam-macam biaya? 3. Apa pengertian pendapatan? 4. Bagaimana hubungan anatara biaya dan pendapatan? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui pengertian biaya. 2. Mengetahui macam-macam biaya dan kurvanya. 3. Mengetahui pengertian pendapatan. 4. Mengetahui hubungan antara biaya dan pendapatan. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Biaya Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002) Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. (Sunarto, 2003) Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. (Maidin, 2003) 2.2 Macam – Macam Biaya Biaya terbagi dua jenis : • Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang • biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal Menurut Mulyadi (2005:14) terdapat berbagai macam biaya dalam satu perusahaan yaitu : 1. Biaya Produksi • Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi • biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. • biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. 2. Biaya jangka pendek • Biaya total(total cost) merupakan jumlah dari biaya tetap dengan biaya variable. • Biaya tetap(fixed cost) adalah tegantung dari jumlah produksi,misalnya biaya modal, biaya gaji,sewa gedung dll. • Biaya variable(variable cost) adalah biaya yang besarnya tergantung dari tingkat produksi misalnya biaya bahan baku, upah buruh. 3. Biaya Peluang Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. 4. Biaya Pabrikasi/Manufacturing Cost diklasifikasikan dalam: • Bahan Langsung (Direct Material). • Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor). • Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) yaitu biaya selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung. 5. Biaya Non-pabrikasi/Commercial Expenses diklasifikasikan: • Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan • Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan 5. Prime Cost (Biaya Utama) adalah jumlah bahan langsung dan tenaga kerja langsung 7. Conversion Cost (Biaya Konversi) adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik Klasifikasi Volume biaya produksi : (a) Biaya tetap/fixed cost (FC), adalah biaya yang dalam periode waktu tertentu jumlahnya tetap, tidak bergantung pada jumlah produk yang dihasilkan. Contohnya, penyusutan peralatan, sewa gedung atau penyusutan gedung, pajak perusahaan, dan biaya administrasi. (b) Biaya variabel/variable cost (VC), yaitu biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan, semakin besar pula jumlah biaya variabelnya. Contohnya, biaya bahan baku dan upah tenaga kerja yang dibayar berdasarkan jumlah produk yang dihasilkannya. (c) Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut. TC = FC + VC TC = biaya total (total cost) FC = biaya tetap (fixed cost) VC = biaya variabel (variable cost) Persamaan tersebut jika digambarkan kedalam kurva akan tampak seperti Kurva 1. berikut. Kurva 1. Biaya Total (Total Cost), Biaya Variabel (Variable Cost), dan Biaya Tetap (Fixed Cost) d) Biaya rata-rata/average cost (AC) adalah biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara membagi TC dengan Q. Jadi, AC dapat dirumuskan: AC = biaya rata-rata (average cost) TC = biaya total (total cost) Q = kuantitas barang dan jasa e) Biaya marjinal/marginal cost (MC) adalah biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MC karena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasil kannya. MC dapat dihitung dengan cara membagi tambahan TC (ΔTC) dengan tambahan Q (ΔQ). Jadi, MC dapat dirumuskan sebagai berikut. MC = biaya marjinal (marginal cost) TC = perubahan biaya total (total cost) Q = perubahan kuantitas barang dan jasa Persamaan AC dan MC dapat dilihat dalam Kurva 2. berikut. Kurva 2. Biaya Marjinal dan Biaya Rata-Rata. Untuk memperjelas perhitungan biaya rata-rata, biaya total dan biaya marjinal dapat terlihat pada Tabel 1. berikut. Tabel 1. Perhitungan Biaya Total, Biaya Rata-Rata, dan Biaya Marjinal Q TC AC MC 10 60 6 – 20 80 4 2 30 95 3,16 1,50 40 105 2,63 1 50 117 2,34 1,20 60 132 2,20 1,50 70 152 2,17 2 80 177 2,21 2,50 Berdasarkan Tabel 1. tersebut, AC menunjukkan penurunan (perhatikan ketika Q dari 60 menjadi 70). Akan tetapi setelah Q = 70, AC juga menunjukkan kenaikan. Untuk MC, mula-mula (sampai dengan Q = 40) menunjukkan penurunan. Akan tetapi setelah Q = 40, MC sudah mulai naik, sementara AC masih menurun. Ketika Q = 80, ternyata MC sudah berada di atas AC. 2.3 Pengertian Pendapatan Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi. Misalkan kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti berikut. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Salah satu indicator terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perelonimian pada suatu periode tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perusahaan. Harus diingat bahwa arus lingkaran output, pengeluaran dan pendapatan itu merupakan tiga cara untuk melihat Pendapatan Nasional. Jadi Pendapatan Nasional dapat didefinisikan: * Nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun) * Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan itu. * Jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. yang berhubungan dengan Pendapatan: • Total Revenue (TR) Yaitu total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu. • Kuantitas Barang ( Q ) yaitu total jumlah barang yang diproduksi oleh seorang produsen • Average Revenue ( AR ) yaitu harga rata – rata unit barang AR = TR /Q Seorang produsen yang rasional pasti mengharapkan pendapatan yang dia peroleh harus lebih besar dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkannya. Dimana  = TR – TC TR = TC Perusahaan BEP ( Break Event Point) TR > TC Perusahaan laba TR <> TC Perusahaan rugi. Pendapatan dibedakan atas : 1. Pendapatan Total (Total Revenue / TR) Total Revenue / TR adalah jumlah/kuantitas barang yang terjual, dikalikan dengan harga satuan. Semakin banyak yang terjual semakin besar penerimaan total (TR = P x Q). Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi). 2. Pendapatan Rata-rata (Average Revenue / AR) 1. Average Revenue / AR adalah pendapatan rata-rata yang diperoleh dari total penerimaan dibagi dengan jumlah barang yang dijual (AR = TR / Q). 2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.mlah satuan barang yang dijual. 3. Pendapatan Marjinal (Marginal Revenue / MR) Marginal Revenue / MR adalah tambahan penerimaan karena adanya tambahan penjualan dari setiap satuan hasil produksi. 4. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. 2.4 Hubungan Biaya dan Pendapatan Biaya dan pendapatan merupakan sesuatu yang saling berkaitan. Pendapatan merupakan sesuatu yang dituju oleh perusahaan,sedangkan biaya merupakan sesuatu yang dikeluarkan/dikorbankan untuk memperoleh pendapatan. Apabila sebuah perusahaan menginginkan pendapatan yang banyak,maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang(Q) dalam jumlah banyak untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. Merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi. yang berhubungan dengan Pendapatan: • Total Revenue (TR) Yaitu total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu. • Kuantitas Barang ( Q ) yaitu total jumlah barang yang diproduksi oleh seorang produsen • Average Revenue ( AR ) yaitu harga rata – rata unit barang AR = TR /Q DAFTAR PUSTAKA Samboro,Joko.1992.Teori dan Soal Ekonomi Mikro. Malang : Kesekretariatan Polinema Novia astuti “ Biaya dan Pendapatan “ , Macam- macam Biaya https://pyia.wordpress.com/2010/06/02/biaya-dan-pendapatan/ ( diakses 6/11/2017) http://kabar-pendidikan.blogspot.co.id/2011/10/makalah-pengertian-konsep-dan-jenis.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MI BEKMI